You can't have a better tomorrow if you're always thinking about yesterday.
Whazzup!
Welcome dear bloggers.
My name is CHARLITA. Pronounced similar to "KARLITA." I'm a simple 20 years old girl who likes Writing and Singing.
I'm in love with Music,Great Movies and Good novels. I'm addicted to STARBUCKS and CHOCOLATE.
I'm a die-hard fan of Nicholas Sparks,Gossip Girls, and Twilight Saga.Eyeliner and Skinny Jeans are my two best friends, they're always by my side whenever I need them.
"I hear & I forget, I see & I remember. I do & I understand."
lovely byan
Monday, October 05, 2009 || 4:32 AM
Dia menyempurnakan hidupku. Selama aku tahu dia disampingku. Selama aku tau dia itu milikku. Persoalan hidup, kepenatan akan rutinitasku terbayarkan dan akan segera lenyap setiap aku memandang wajahnya. Ya. Aku sangat mencintai lelakiku. Byan. Dia duduk dihadapanku, sambil memainkan garpu diatas spaghetti yang aku siapkan untuknya. Matanya yang bundar berwarna coklat tua terlihat tidak antusias. Raut wajahnya seperti tidak bersemangat.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanyaku lembut. Byan menggeleng cepat. "Tidak ada.." "Apa kau tidak suka makan malammu?" "Tentu saja aku menyukainya, Mom." "Kalau begitu mengapa kau tak menyantapnya?" "Aku.. Aku hanya memikirkan daddy. Aku rindu padanya. Mom tidak marah khan?" Byan bertanya padaku sambil memandang mataku lekat-lekat. Aku mengulurkan lenganku, meremas jemarinya pelan. "Mom tidak marah padamu, sayang. Kau ingin menelepon daddy malam ini?" Byan mengangguk cepat. Dia tersenyum lebar. "Iya. Aku ingin menelepon daddy sekarang." "Kau boleh menelepon daddy asalkan kau habiskan terlebih dahulu makan malammu. Bagaimana, pangeran?" tanyaku sambil menuang air ke dalam gelasnya. "Baiklah. Tiba-tiba aku sangat lapar! Spaghetti Mommy memang paling enak sedunia.." katanya ceria seraya memasukkan garpu ke dalam mulutnya. Aku melihat sisa saus mengotori bibirnya. Kukecup perlahan pipi kanan Byan. "Kau memang pandai merayu ya, sayang. Ayo, segera habiskan. Lalu kau boleh menelepon ayahmu. Mommy ingin membereskan kamar sebentar."
***
Aku hanya hidup berdua dengan Byan. Dia putra tunggalku. Aku telah bercerai dengan Mike hampir setahun lalu. Hubungan kami mungkin masih baik. Kami jarang berkomunikasi sebenarnya, kecuali urusan Byan. Perjalananku berliku. Aku tak pernah menyesal menikah dengan Mike. Tapi kami tau, bahwa ini tidak bisa dipertahankan. Perasaanku mungkin telah berubah seiring berjalannya waktu. Mike mengkhianatiku. Aku telah memaafkannya. Hanya saja aku tak mungkin lagi untuk tinggal dan tetap menjadi istrinya, sementara bayangan dia bersama wanita lain selalu muncul di benakku. Pernikahanku hanya bertahan selama 9 tahun. Bersama Mike membuatku kembali merasakan apa itu cinta dan kebahagiaan. Apalagi ketika aku mengandung Byan. Aku tau dia anugerah terindah dalam hidupku. Tidak sampai pada bagian aku memergoki Mike sedang menggandeng mesra wanita lain.
Aku mengganti seprai berwarna putih itu dengan warna biru langit. Mengambil baju kotor Byan yang berserakkan di lantai. Dia memang sering bermain dan tidur bersamaku di kamarku. Tiba-tiba mataku tertuju pada laci lemari yang sedikit terbuka. Aku menghampiri laci itu hendak menutupnya, namun mataku malah tertahan di handycam yang tergeletak di dalam tersebut. Sudah bertahun-tahun lamanya aku tak menyentuh barang itu. karena aku tau, luka lamaku akan kembali menganga jika aku melihat itu lagi. Aku mengusap lembut permukaan handycam, lalu menghela nafas. Menyadari bahwa hidupku benar-benar sudah berubah.
***
Setelah membereskan kamar, aku kembali ke dapur untuk mengangkat piring kotor bekas makan malam kami tadi. Makan malam Byan habis. Lega rasanya. Aku mencuci piring itu dan tidak sadar bahwa Byan sudah berada di belakangku.
"Mom, apa kau ingin bicara dengan Dad?" tanya Byan. Telepon masih ditempelkan di telinga kanannya. Aku menggeleng pelan sembari memberi isyarat tanganku penuh dengan sabun. "Oh.. Mommy sedang mencuci piring dad.. Ya. Baiklah aku mengerti. Akan kusampaikan pada Mommy. Aku sayang padamu, Dad. Ya. Sampai besok." telepon pun dimatikan. Byan duduk di sebelahku sambil menghapus air di sudut matanya. "Ada apa, Sayang?" "Daddy menitipkan salam untukmu, Mom. Dia bilang dia sangat merindukan kita." Aku melap tangan basahku, lalu mengacak rambut Byan. "Bukankah besok kau akan bertemu dengan ayahmu? Kau boleh pulang setelah jam makan malam. Bagaimana?" Byan menatapku, dia tidak menjawab pertanyaanku malah berbalik memberikanku pertanyaan. "Apa aku boleh bertanya?" Aku mengangguk. "Apa Mom benci pada Dad?" Aku menggeleng. "Apa Mom merindukan Dad?" Aku diam. "Tidak ya, Mom?" Aku kembali menggeleng dengan perlahan lalu memeluknya. Byan menatapku mengerti. Lalu mulai menangis. "Aku sangat sedih dengan keadaan kita saat ini, Mom. Aku ingin daddy tinggal di sini lagi bersama kita." Hatiku menjerit ikut tersakiti. Sesaat aku memejamkan mataku lalu menepuk punggungnya perlahan. "Kau tau, Byan. Mom dan Dad sangat sayang padamu. Melebihi apapun yang ada di dunia ini. Aku tau ini cara orang dewasa yang sulit kau mengerti. Tapi nanti ketika kau dewasa, kau akan menyadari bahwa ini jalan yang terbaik. Maafkan Mom dan Dad yang egois ini ya. Kami tidak pernah bermaksud membuatmu sedih apalagi tersakiti." Byan menangis pelan di pelukanku. Dia berbicara di tengah isak tangisnya, "Besok siang Daddy akan terbang ke Auckland. Dia menanyakan akankah kita mengantarnya ke bandara? Maukah Mommy pergi bersamaku?"
Gerbang keberangkatan? Bandara. Aku benci. Luka lamaku perlahan timbul lagi.
***
"Mom belum menjawab pertanyaanku. Apa mom mau ikut bersamaku mengantar Daddy?" Byan mengulang pertanyaannya. Aku sibuk memikirkan jawaban yang tepat sambil membantu dia mengenakan piyama tidurnya. "Begini. Besok sepulang sekolah, Mom akan menjemputmu lalu mengantarkanmu ke rumah Dad, setelah itu kau boleh ikut mengantar Dad bersama Bibi Michelle. Bagaimana?" "Mengapa Mom tidak ikut? Ayolah sebentar sajaa.." rengek Byan. Aku menyisir rambutnya yang berwarna hitam pekat. Persis seperti Mike. "Besok aku harus mengajar piano di rumah marry. Aku akan mengadakan ujian khusus untuknya. Jadi aku tak mungkin pergi dengan kalian. Daddy bilang dadakan, Mom tak bisa membatalkan ujian, Sayang. Titipkan salamku untuk Daddy, ya?" jawabku sambil kali ini membantu menyelimuti Byan. Byan mengucek matanya lalu menggumam "Yaaaahhh.. Baiklah. Aku setuju asalkan aku boleh mengantar daddy. Nanti akan aku sampaikan padanya, Mom. Oh ya, Mom.." "Hmmm?" "Apa semua orang yang meninggal masuk surga?" "Mengapa kau bertanya demikian? Tentu saja. Asalkan dia orang baik." "Apakah seseorang bernama Mr. Christian Whittman itu baik?" Aku tersentak Byan mengucapkan nama itu. Ya, Tuhan. Kok? "Byan? Siapa yang kau maksud?" "Entahlah, Mom. Aku juga tak mengenalnya. Tapi Daddy bilang dia orang baik. Dan Mom sangat sayang padanya. Apa itu benar? Apa dia sudah di surga saat ini?" Byan menyecarku dengan pertanyaan polosnya. Aku mengusap perlahan pipi putraku, mencoba menjawab sekuat tenaga. "Oh.. Eh.. Hmm.. Dia sahabat Mom. Dia memang baik. Dan aku rasa dia sekarang sudah berada di surga. Dengar, kapan Dad bilang padamu masalah ini?" "Beberapa hari yang lalu saat kami bertemu untuk bermain bola. Daddy bilang aku harus membuat Mom bahagia. Sama seperti Mr. Christian itu yang pernah membuatmu bahagia. Dad juga bilang, selama ini Daddy menyakiti hatimu, Mom.." Mataku terasa panas. Air mata seakan berebut untuk keluar dari tempatnya. Aku menatap Byan. "Lalu?" "Mom.. Aku sangat menyesal mengapa aku tidak bertemu Mr. Christian sebelum dia ke surga, kalau tidak khan.." Byan kembali menangis. Air mataku juga mulai turun perlahan. Aku menggenggam jemarinya. "Kalau tidak knapa, Byan?" "Aku akan bertanya padanya bagaimana cara dia membuatmu bahagia, lalu aku akan menyuruh Dad meniru caranya. Agar kau bisa bahagia dengan dad.." Byan begitu polos dan aku kaget setengah mati atas apa yang diucapkannya. Umurnya 8 tahun. Tapi menurutku, dia lebih dewasa dibandingkan umurnya. "Dengar Byan. Kau tahu? Kau adalah milikku yang paling berharga. Hidup dan Matiku di dunia ini hanya untukmu dan Tuhan. Satu-satunya pria yang aku cintai setinggi langit, bahkan menembus surga, hanya kau.. Caramu, cara Tian, juga cara daddy, masing-masing membuatku bahagia. Tapi satu hal yang pasti. cara Tian dan cara Daddy itu hanya masa lalu. Sudah lewat. Kau paham maksudku?" "Ya. Sepertinya aku paham." "Kalau begitu sekarang tidur ya. Aku akan menunggu sampai kau terlelap. Kalau kau susah tidur hingga larut malam, dan aku sudah tertidur, bangunkan saja. Selamat tidur, Sayang. Aku menyayangimu." ucapku lalu mengecup kening Byan. Aku berdiri lalu hendak mematikan lampu. "Mom..." "Yaaa?" "Aku juga sangat menyayangimu. Aku tak ingin Mom menangis lagi. Daddy menitipkan Mommy padaku. Aku berjanji akan selalu menghabiskan makan malamku, juga selalu menyelesaikan peer terlebih dahulu sebelum pergi bermain. Apapun asal kau tak kesal dan selalu tersenyum." Byan bicara dengan terbata di tengah kantuknya. "Good night, Mom." Aku menutup mulutku menahan tangis. "Thank You, Dear. Good night."
Sepertinya Tian akan datang kembali dalam mimpiku malam ini. Aku sangat merindukanmu. Bahkan sampai detik ini.
***THE END***
Created by : Alexandra F. Charlita Tiara (: Thank you for reading and also Thank you For Not Copy Paste this story.
i follow the lengthening shadows without thinking and here i am, walking with you in twilight with your hand in mine and mine in yours i shed the tears, and hopeful that we'll be together forever. winter approaches nearer as the wind blows colder as i walk up the street the season we parted in returns little by little
** i look at this year first snow and in this moment we are together i want to give you everything i hold you in my embrace i'm not a weak girl i'm loving you like this my heart can only love like this
as long as i'm by your side i can do anything come what may today comes and goes and until eternity i pray that our love lasts forever my window rattles in the wind and if i am to wake in the dark night i'll erase everything even your painful memories WITH THAT BRIGHT SMILE =)
** with the unceasing, new, white snowflakes we try to ignore the fact that the road we walk on is changing it's melting with the bright light who am i living for? I LEARNED THAT LOVE IS WANTING TO DO EVERYTHING NO MATTER WHAT
If by chance i knew where you were i'd transform into the winter night stars and come to shine on you on the days we laugh and the sad nights wet with tears i'll be by your side each time dont cry, look at me! my heart still only wants to be with you, by your side i won't leave you again i yearn for the days when the snow falls never endingly wrapping us on the snow filled street with you in my arms FOREVER, YOU ARE BY MY SIDE =)
mungkin ada cewek yang seneng ketika didatengin, dibawain coklat yang banyak.. atau hal-hal favorit lainnya. mungkin ada cewek yang seneng ketika diajakkin nonton konser musik kesukaan mereka berdua. mungkin ada cewek yang seneng waktu dipeluk pas sang cewek merasa kedinginan atau mungkin menangis sedih. mungkin ada cewek yang seneng karna rajin diapelin lalu malem mingguan.
tapi gw bahagia ketika lo selalu ada disana. ketika lo dengerin curahan hati gw. ketika gw marah-marah membabi buta, kesel, sedih hancur, atau itu lagi down sekalipun. gw bahagia ketika lo bisa buat gw terenyum disini. sedangkan lo ada disana. gw ngga tau lo lg ngapain, tp yang jelas gw tau lo nemenin gw. setiap hari.
gw seneng ketika lo nyemangatin gw. gw seneng ketika lo bercanda dengan hal-hal geblek setiap harinya. gw seneng ketika lo godain gw dengan gombalan lo *yang menurut lo itu ga gombal, dan lo berusaha berbicara jujur. gw seneng ketika lo dengerin suara gw, cerita gw, candaan gw d tengah malam, dan lo siap siaga masang kuping lo, tanpa ketiduran. gw seneng ketika lo mengingat semua detail cerita yang pernah gw ceritain ke lo..
gw seneng setiap gw baca isi sms lo. gw seneng bahkan ketika gw tau di sms itu tertera nama lo. gw seneng ketika lo bilang "jalanin hidup ini dengan senyuman.. jadi ayo senyum dulu ta.." gw seneng and bisa ketawa lebar ketika gw bercandain lo, dan lo bilang "dasar dudud.." gw seneng waktu kita berdua ngeliatin bintang dan langit bareng. walaupun gw disini, dan lo disana. tapi langit kita sama khan? :)
gw seneng waktu lo perhatian banget sama gw, waktu tau gw lg sakit, lo selalu jd a shoulder to cry on eventhought ure not around me.. gw seneng ketika lo bilang lo bangga punya seseorang kayak gw. gw seneng mengartikan hubungan unik kita, yang menurut gw lebih kuat daripada seorang "kekasih"? gw seneng ketika lo tau hal-hal kecil tentang gw yang bahkan gw sendiri blm pernah nyampein itu ke lo.. x)
hari minggu kemarin, waktu gw lg berdoa di gereja, waktu Romo bilang kita boleh nyampein permohonan kita pribadi dalam doa umat, gw tiba-tiba nyebut nama lo.. intinya, gw pengen lo bahagia juga disana. dan kita bisa ketawa bareng secara langsung. juga ngabisin waktu berjam-jam sambil duduk-duduk minum starbucks. entah itu hanya untuk ngebahas hal-hal tolol, hal ngga masuk akal, sekalipun ngebahas doraemon yang menurut lo itu tokoh kartun yang paling lucu, dewasa juga favorit sepanjang segala abad.. xD
dan gw menunggu waktu yang tepat sampe nanti Tuhan mempertemukan kita. mungkin itu akan jd saat yang bahagia buat kita berdua. seperti yang selalu kita harapkan. am i right?
thanks for always being there. and i'm glad to know that i have you there. take care.. :)
Cerita ini awalnya terinspirasi dari curahan hati seorang teman. Namun nama disamarkan. Juga dilakukan beberapa perubahan kejadian. Semoga tidak menyinggung pihak manapun, dan bersedia menganggap ini hanya sebagai suatu fiktif belaka. Jika ada kesamaan kisah dan karakter harap dimaklumi. Enjoy.. (: oh yaa, tentunya cerita ini dipublikasi juga atas dasar persetujuan “teman” saya tersebut..
Langit sore ini terang benderang, tidak seperti hari biasanya. Garis-garis awan putih berkumpul membentuk suatu gumpalan besar. Kicauan burung pun terdengar masih bersahutan. Anak-anak kecil masih sibuk berlarian walaupun saat itu misa sudah dimulai. Sore yang hangat. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 17.15. Aku telat datang ke gereja karena ketiduran. Waktu aku datang, aku tidak duduk di tempat biasanya. Sudah penuh. Jadi begitu aku selesai mengambil air suci dan membuat tanda salib, aku lalu mencari tempat duduk di luar. Aku datang sendirian sore itu. Awalnya aku mengeluh pada diri sendiri, mengapa aku bisa ketiduran. Malas rasanya misa duduk di luar. Tidak khusuk. Tapi ternyata. Hei. Kali ini aku bersyukur! Karena aku melihat kamu sedang duduk lima langkah dr tempat dudukku. Kelihatannya kamu sedang sedih. Kamu duduk bersama dua kawanmu. Sampai saat homili pun, aku tidak konsen mendengarkan apa yang dibicarakan Romo. Aku malah sibuk memperhatikan kamu. Matamu sembap. Merah. Tapi kamu masih terlihat manis mempesona. Apa yang membuat kamu sedih, Nona? Sayang sekali kamu tidak terlihat ceria di sore yang cerah ini.. aaahhhh. Aku jadi ingin tahu siapa namamu..
********
3 bulan kemudian..
“Maafin aku ya, Frank. Tapi sepertinya kita udahan aja deh. Aku ngga bisa terus seperti ini..” begitu katamu. Aku bingung. Sibuk mencerna ucapan kamu. Bagaimana mungkin aku melepasmu disaat aku sedang jatuh cinta berat padamu? Hah! Tidak mungkin. “Loh, kenapa begitu Sil? Kenapa kita harus bubar? Apa yang salah?” “Emmm.. Ada masalah yang rumit, Frank. Aku rasa ini yang terbaik untuk kita.” “Tapi masalah itu apa? Jelaskan padaku..” “Ceritanya rumit..” Aku melengos. “Hoo, jd lebih baik kamu pergi meninggalkan aku tanpa penjelasan? Tidak. Aku ingin tahu. Apa yang terjadi? Yang sebenarnya.” “Baiklah. Begini.. Papa… errrr…. Papa..” “Mengapa papamu?” tanyaku halus. Aku dan kamu duduk bersampingan di taman dekat rumahku. Kamu tiba-tiba datang, padahal sebelumnya kamu tidak dapat aku hubungi berhari-hari. Aku cemas. Sekalinya kamu datang, kamu justru mengucapkan kata-kata yang seumur hidupku aku berjanji tidak ingin mendengarnya. “Papaku sudah tahu akan hubungan kita..” “Aneh, bukannya bagus jika papamu sudah tahu? Jadi kapan aku boleh main ke rumahmu?” tanyaku heran. “Justru itu. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, Frank. Papa tidak setuju akan hubungan kita. Keluargaku. Terlebih papa.” Aku mematung. “Mengapa?” Kamu menggigit bawah bibirmu. “Karena kita berbeda.” “Berbeda?” ulangku. “Ya. Berbeda..” “Ohhh. Maksudmu, karena aku bukan orang cina? Begitu kah, Sil?” Kamu menunduk. Mulai menangis. “Iya. Maafkan aku, ya..” Aku memeluk kamu. Membiarkan kamu menangis d dadaku. “Apa tidak ada cara lain agar papamu setuju? Atau kamu sudah yakin bahwa dengan melepasku kamu akan bahagia?” Kamu berbicara di tengah tangisanmu, “Aku sayang banget sama kamu, Frank. Kamu datang di saat aku benar-benar terluka. Ingat khan 3 bulan yang lalu di gereja? Jika kamu tidak menghampiriku pasti sampai saat ini aku masih terbelenggu dengan dia. Aku tidak menyangka papa akan seperti ini…” Aku tersenyum. “Tentu aku tahu, Sil. Aku juga bersyukur saat itu aku ketiduran, makanya aku bisa bertemu kamu.. Aku tidak mau berpisah.” “Aku juga. Tapi apa daya..” “Kenapa seperti ini ya.. hm.. memangnya ada apa dengan aku? Papamu mau kamu berpacaran dengan sesama cina ya? Apa karena aku bukan orang cina, jdnya aku tidak pantas untuk kamu?” “Dia bilang sebaiknya seperti itu. Dia merasa lebih baik aku mencari orang cina juga. Aku tidak diperbolehkan berpacaran dengan yang bukan cina. Sampai kapanpun.” “Baru kali ini aku menyesal dilahirkan bukan sebagai orang cina.” ujarku datar. “Ssssst. Kamu tidak boleh bilang seperti itu, Frank!” katamu marah. “Bukan begitu maksudku, Sil. Aku hanya sedikit menyesal. Coba saja aku dilahirkan sebagai orang cina. Aku jadi bisa terus bersamamu.” “Tuhan itu adil. Dia pasti sudah merencanakan setiap yang terbaik bagi umat-Nya. Mungkin kamu akan menemukan seorang cina yang lain, Frank.” “Hahahah..” aku tertawa menyedihkan, “yang aku permasalahkan itu bukan tentang seorang cina atau bukan. Tapi aku berharap kalaupun itu seorang cina, itu adalah kamu. Bukan orang lain, Sil.” Kamu semakin sedih menatapku. “Maafkan aku, ya.. Frank..” “Jadi kamu benar mau melepasku?” “Ya. Maaf. Relakan saja aku..” “Kalau begitu semoga kamu bahagia.” “Kamu juga.”
Aku melepas kamu pergi sore itu. Kamu dan aku tidak lagi menyatu. Pecah bagai dua kepingan.
Aku merasa sangat heran. Malah rasanya aku jadi berpikir tidak rasional. Pernahkah kamu bertanya tapi tidak menemukan jawaban? Aku pernah mengalaminya. Aku ingin berdoa pada Tuhan. Aku hanya ingin bertanya pada-Nya. Bukan bermaksud untuk tidak mensyukuri atas apa yang Dia berikan padaku atas hidup. “Tuhan, keluhku tidak tersembunyi bagi-Mu. Aku selalu mensyukuri akan setiap hal di dalam hidup. Di setiap nafas yang aku hela dan disetiap langkah yang aku jalani. Aku sedang mengalami kebingungan yang mendalam. Mengapa Kau menciptakan aku sebagai seorang Batak dan menciptakan dia sebagai seorang Cina. Padahal kami berdua sama-sama hidup mengenal-Mu dan sudah menjadi anak-Mu. Mengapa? Mengapa karena aku “berbeda” dengan dirinya, aku tidak diberikan kesempatan untuk mencintai dan memiliki dia? Bukankah seharusnya aku tetap patut bersyukur? Karena aku tahu, Tuhan pasti sudah menentukan jalan bagi setiap umat-Nya. Begitu pula pada diriku dan dirinya. Bukankah setiap orang tidak pernah mengetahui akan dilahirkan sebagai orang apa? Orang yang berkecukupan, orang yang kekurangan, orang yang pintar, orang yang kurang pintar, orang batak, orang cina, orang sunda, orang manado, orang jawa, orang Kalimantan, dll. Dan bukankah setiap orang juga tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai orang apa?”
Aku menutup doaku sambil berlinang air mata. Bukan hanya hatiku yang terluka, tapi pikiran dan jiwaku juga perlahan mulai mati rasa.
*****
Sesudah kamu memutuskan hubungan itu, kamu malah masih sering menghubungi aku. Mengajak aku bertemu. Menelepon. Mengirim pesan singkat. Waktu aku bertanya apakah kamu ingin kembali padaku, kamu menjawab dengan mantap “Iya.” Begitu aku tanya tentang papamu , kamu bilang, “Biarkan saja, nanti kita cari jalan keluarnya..“ Aku bahagia. Walaupun tetap merasa tidak enak dgn keluargamu dan menjalani backstreet. Hari begini masih backstreet? Ada-ada saja.. tapi tak apa, asal kamu tetap di sampingku.
Kamu membuat aku mengerti apa arti cinta. Tahukah kamu? Energiku bisa sangat cepat kau hisap dan bisa dengan cepat pula kau kembalikan. :)
Sampai pada suatu hari, ketika aku hendak datang untuk bertemu dengan kamu, kamu mengirim pesan singkat untukku.
“Frank. Aq mau kita pts. Aq mau kita tidak seperti ini lg. tidak perlu ada syg2an lg.”
Aku mencoba menelpon kamu, tapi tak kunjung kamu angkat.
“Knapa km tdk angkat tlp ku? Apa-apaan kamu ini Sil? Apa maksudmu ingin putus lagi?”
“ya, aq ingin kita pts. Berteman lebi baik. Aku sudah tidak sayang lagi padamu. Tidak ada lagi rasa sayang.”
“hah? Bercanda kau! Angkat telpon aku. Aku ingin kita bicara.”
Tapi kamu tidak pernah membalas smsku. Tidak juga mengangkat telponku lg.
Aku hancur. Kamu “mengangkat” lalu “membanting” aku. Kamu pikir aku apa? Aku uring-uringan, merasa serba salah. Shock. Aku sangat takut kehilangan kamu. Tapi rasanya aku memang sudah kehilangan kamu…
****
“Tuhan, keluhku tidak tersembunyi bagi-Mu. Aku selalu mensyukuri akan setiap hal di dalam hidup. Di setiap nafas yang aku hela dan disetiap langkah yang aku jalani. Aku sedang mengalami kebingungan yang mendalam. Mengapa Kau menciptakan aku sebagai seorang Batak dan menciptakan dia sebagai seorang Cina. Padahal kami berdua sama-sama hidup mengenal-Mu dan sudah menjadi anak-Mu. Mengapa? Mengapa karena aku “berbeda” dengan dirinya, aku tidak diberikan kesempatan untuk mencintai dan memiliki dia? Bukankah seharusnya aku tetap patut bersyukur? Karena aku tahu, Tuhan pasti sudah menentukan jalan bagi setiap umat-Nya. Begitu pula pada diriku dan dirinya. Bukankah setiap orang tidak pernah mengetahui akan dilahirkan sebagai orang apa? Orang yang berkecukupan, orang yang kekurangan, orang yang pintar, orang yang kurang pintar, orang batak, orang cina, orang sunda, orang manado, orang jawa, orang Kalimantan, dll. Dan bukankah setiap orang juga tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai orang apa?”
Aku menyesal pernah bertanya seperti itu pada Tuhan. Mengapa aku pernah berharap dilahirkan kembali sebagai orang cina, hanya karena aku mencintai dia? Padahal aku harusnya berterima kasih pada Tuhan. Karena itu juga, aku masih terselamatkan. Untuk apa berjuang demi orang yang aku cinta padahal kamu hanya mempermainkan aku? Kamu selingkuh dengan orang lain. Mengatasnamakan perbedaan hanya untuk kepuasan kamu semata. Jujur, aku masih mencintai kamu. Hingga detik ini. Walaupun kamu menyakiti aku. Aku berbaring lemas di ranjangku. Sebelum tidur aku mengucapkan doa dengan mantap. Doaku malam ini: “Tuhan, aku percaya padamu, Engkau telah menciptakan pertemuan satu set dengan perpisahan. Aku mengucap syukur kiranya Engkau pernah mempertemukan aku dengan Sesil, membuat aku mengerti akan arti cinta. Mungkin ini yang terbaik. Pertemuan itu indah, tapi aku percaya rencana-Mu sungguh lebih indah akan ini. Perpisahan ini menyakitkan, tapi aku yakin Kasih-Mu mampu memulihkannya. Amin.”
THE END
Created by : Franzeska Charlita Tiara Thank you for reading and also Thank you For Not Copy Paste this story..
banyak yang bilang pada pasangannya, mengibaratkan dirinya sbg bintang d kala jauh memisahkan. contohnya: "bintang yang paling terang itu aku, jd setiap kamu rindu padaku, coba kamu cari bintang yang paling terang ya!" begitu katanya.
tp kamu tidak pernah bilang begitu padaku. kamu malah tidak suka lihat bintang. kamu mau melihat bintang jika aku mulai ketakutan melihat langit sendirian. walaupun kamu tidak ikut menikmati keindahan bintang, tp kamu tidak pernah mengeluh setiap menemaniku. ya, bahkan jika berjam-jam lamanya. pernah suatu saat.. kamu bertanya: "apa kamu tidak bosan duduk berjam-jam hanya untuk melihat langit?" aku meralat sambil bersender d bahumu: "lihat bintang sayang.. bukan langit.." kamu tertawa kecil lalu mengacak pelan rambutku: "apa bedanya? bintang khan d langit.. itu artinya kamu lihat langit juga khan.." lalu aku menatap kamu: "tapi aku takut.." kamu duduk menghadap aku tp matamu tidak: "takut apa? apa yang membuatmu takut?" aku menjawab: "karna gelap. rasanya aku sendirian. apalagi langit itu luas banget. aku ngerasa kecil. takut hilang d telan langit.." kamu mengangguk pelan: "jangan takut, aku akan selalu temani kamu.. itu hanya perasaanmu. kamu melihat langit hanya bbrp menit saja sudah ngeri. apalagi aku? matahari terbit hingga terbenam lg, dan beribu bintang yg ada setiap mlmnya pun tidak berpengaruh untukku. bagiku setiap hari adalah malam. tanpa bulan dan bintang. dan aku tidak pernah takut.." aku sedih mendengarnya. semenjak kamu berbicara itu padaku, aku selalu sedih..
maka itu semalam aku mencoba memberanikan diri. heran. padahal aku paling antipati lihat langit sendirian. kamu hafal betul, aku benci melihat langit yg tidak ada bintangnya. rasanya langit mau menerkam aku dan menarikku ke dalam pekatnya. tp semalam aku sok memberanikan diri. awalnya aku ragu, tp tetap aku coba.
aku berjalan menuju teras rumah, mendongak perlahan ke atas langit. mencari setitik bintang terang. tapi tak kunjung aku dapatkan. mataku beralih menyusuri sisi langit di sebelah kanan, tapi masih juga tak aku dapatkan. beberapa saat aku memejamkan mata, aku mulai tak nyaman. apa ya rasanya? hmm. mungkin bisa dibilang semacam perasaan takut. ya, rasanya seperti seorang diri d tengah lautan hitam, yg setiap saat siap menarikku ke dalam sana. aku benci itu. payah. aku ingin bintang..
dalam hening dan sepinya malam, tiba2 bermacam warna warni meramaikan langit. aku kaget. menatap langit lagi. kali ini terang benderang. seperti warna pelangi. aku tersenyum heran."siapa yang memasang kembang api yah? bagusss.." semakin penasaran akhirnya aku keluar rumah, tiba2 kamu muncul di belakangku. kamu berdiri tersenyum lebar. padahal kamu tidak melihatku. aku berlari menghampiri kamu.
"kamu ngapain??" tanyaku. "bagus ngga kembang apinya?" "iyaaa.. itu kamu..." "bukan, aku minta tolong Pak Mint.." "kok kamu bisa tiba2 main kembang api?" "iya, karena aku tau kamu takut gelap, makanya aku pasangin kembang api. langit malam ini tanpa bintang khan? kamu sok2 mau lihat sendirian.." godamu sambil mencubit pelan pipiku.. "lhoo.. kok kamu tau aku mau lihat langit sendirian?" "hmm.. ada deh! rahasia.." "iiihhh.. kamu.. hehe.. kok main rahasia2an sihh? anyway, tp aku suka bgt lihatnya. makasih ya sayang.." "iyaa. sama2 ya sayang.. oh ya, kamu mau janji ga sama aku?" "apa itu?" "jangan pernah tinggalin aku ya.. nanti aku benar2 gelap. tanpa cahaya sedikitpun. aku butuh kamu. kamu yang bikin aku kuat.. dan aku berharap, suatu saat aku bisa melihat lagi.. tapi yang paling aku inginkan itu.. bisa melihat kamu lagi yg sedang menatap bintang.."
aku terharu lalu memeluk kamu. air mataku jatuh perlahan, merasa bodoh. selama ini harusnya ku bersyukur masih bisa menikmati gelapnya malam. "iya, aku janji. tapi aku juga ga berhenti berjuang untuk kamu, supaya kamu juga bisa lihat bintang lagi. kita berdua.."
kamu balas memelukku. kita berdua berpelukkan d bawah langit terbuka. d temani percikkan percikkan warna - warni kembang api dan semilir angin malam dan tentunya disaksikan sepasang mata Pak Mint yang mencuri - curi pandang. hihihi (:
aku dan kamu duduk berhadapan. sudah lama rasanya aku dan kamu berdiam diri seperti ini. diam membisu.. sibuk akan pikiran masing masing. aku tak tau apa yg kamu pikirkan. kamu tak tau apa yang aku mau. aku berdeham, lalu menatap kamu.. ya, kamu pun menatapku. aku dan kamu membeku. atmosfer di ruangan ini seakan membuat aku dan kamu susah bernafas. menit terus berlalu, namun bibir aku dan kamu masih terkunci rapat. tidak ada inisiatif.
aku dan kamu tau betul. tau betul bahwa aku dan kamu tidak baik2 saja. tau betul bahwa aku dan kamu hampir lupa hangatnya pelukan kemarin dulu. tau betul bahwa aku dan kamu sepertinya tidak membutuhkan satu sama lain lagi. tau betul bahwa aku dan kamu saat ini telah ada di ujung jalan.
aku dan kamu masih duduk berhadapan. satu jam berlalu. hening meraja lela. akhirnya aku mencoba memecah keheningan dgn mengaduk kopi pekat di cangkir itu.. kamu memperhatikan aku. jemariku terus mengaduk kopi. perlahan kamu berkata "hentikan.." aku mengacuhkanmu, masih setia kuaduk terus kopi itu.. kamu berkata lagi "hentikan sudah.." aku makin tak karuan. jemariku tak kunjung berhenti mengaduk. kamu berkata dgn tegas lalu mengambil jemariku, menghentikan adukkanku.. "hentikan! tolong jgn seperti ini.. hentikan.." aku menatapmu balik sambil mengatur nafas. "mengapa? mengapa harus aku hentikan..?" kamu melengos. melepaskan jemariku. "aku ingin kita bicara." aku mencari matanya. matanya tak mau melihatku. "apa yang ingin kamu bicarakan?" kamu menggaruk pelan kepalamu. aku tau kepalamu tidak gatal. aku tau persis itu kebiasaanmu saat kamu gugup. itu kebiasaanmu saat kamu di hadapi oleh kebingungan. "mengapa kamu ingin meninggalkanku?" aku bungkam. bukan tak ingin menjawab. aku butuh oksigen. sistem saraf dan otakku menangkap cepat akan pertanyaanmu.. namun bibirku merapat. makin merapat. kamu dengan sabar mengulang pertanyaanmu, "mengapa? apa kamu sudah tidak mencintaiku?" aku tertawa. tertawa menyedihkan. "cinta? apa aku cintamu? apa cinta kebutuhanmu?" kamu menatap tajam ke arahku. matamu terlihat menahan kesedihan. aku tau itu. sama seperti mataku. aku tau kamu lelah. kamu tau aku menyerah. aku berkata lagi "maafkan aku.. aku harus pergi." kamu menatap nanar.. "jangan seperti ini.." entah darimana dtgnya kekuatan itu, namun aku malah bangkit berdiri, bersiap meninggalkan kamu sendiri d ruangan ini.. "simpan saja kata2 cintamu.. dan begitu aku tidak lagi di sampingmu, kamu pikirkan baik2 apa betul kamu mencintaiku.. atau mungkin kamu akan berterima kasih padaku, krn suatu saat nanti, kamu akan bertemu dgn cintamu yang sesungguhnya. aku pergi."
kamu menunduk. tidak mengejar langkahku. tidak mendebat pernyataanku. aku tau kamu masih ingin memelukku. akupun begitu. tapi bukankah aku dan kamu sudah sama2 tahu? ya, ada DINDING itu..
Ingatanku masih jelas betul akan kamu. Kamu yang duduk sendirian di sudut ruangan kedai kopi itu. Kamu yang selalu duduk menghadap pintu kaca besar itu, lalu dengan setia membuka laptopmu. Kamu yang tidak pernah bosan memesan secangkir cappucino.. Kamu yang tidak pernah melewatkan ritual untuk membaui kopi itu sebelum kamu hendak meminumnya. Kamu yang memiliki sepasang bola mata paling indah yang pernah aku lihat. Kamu yang memiliki senyum mahadahsyat yang bisa membuat aku lupa akan suara detak jantungku sendiri. Kamu yang suka tersenyum tipis namun tetap menawan. Aku hafal betul akan rutinitasmu. Kamu yang akan datang ke kedai kopi setiap sore. Kamu yang suka mengenakan kaus dan celana denim-mu itu. Kamu yang tampak tampan dengan potongan rambut rapi bergel itu. Kamu yang selalu memesan kopi tanpa whipe cream. Kamu yang suka mengetukkan jemarimu ringan ke atas meja setiap musik lembut itu mengalun. Aku tau, setiap kali aku melihatmu, kamu sadar akan aku. Saat mataku bertemu dengan matamu, sekilas kau tersenyum. Kamu tersenyum padaku.. ahhh.. Tapi.. Sudah dua pekan kamu tidak kunjung datang, namun aku terus menanti di tempat ini. Aku masih saja datang ke kedai kopi ini. Aku datang di setiap jam yang sama. Aku rindu akan kehadiran kamu. AKu rindu akan kamu yang memenuhi tempat d sudut ruangan itu. Aku rindu menatap kamu dari kejauhan yang sesekali tersenyum saat melihat pesan masuk di laptopmu. Aku rindu akan wangi parfum kamu yang tercium setiap kali kamu melintasi aku. Aku rindu kamu.. Dimanakah kamu? Taukah kamu bahwa aku disini, masih setia menunggumu? Selalu.
Created by Charlita.. Saturday, 18th April, 01.57am yaa, coretan d kala hati dan pikiran tak bisa diajak kompromi.
aahh. sudah lama rasanya. dia menatapku dari kejauhan. aku tau dia melihatku. yakin. aku dapat merasakannya. sudut mataku menangkap itu. aku malu. ingin menatap balik. tp hati tak kuasa. perlahan langkah kakinya yg ringan mendekat, aku semakin tak karuan. kurapikan rambutku. lalu tersenyum padanya. matanya yg teduh menatap lurus mataku. seakan mencari sesuatu. dia tersenyum. aaaah. aku membeku. tanpa sepatah kata, dia menarikku lembut k dalam pelukkannya. kupejamkan mata sesaat. ya, terdengar irama detakan jantungnya. irama yg senada. teratur tetapi terdengar cepat. bibirnya mencari telingaku. dibisikkannya kata itu. "aku mencintaimu.."
Created by: Charlita Lagi2 dtulis d kala mata tak kunjung terlelap.. :D
uda maw jm dua pagi lg aja. gila. bisa2 gw ambruk nih tdr pagi mulu. abis gmn ya.. suka susa bobo.. huhu.. insomnia. yaaa. gw insomnia! x) orang2 minum kopi spy ngga ngtk, tp gw mah ngga ngaruh minum ato ngga minum kopi. tetep aja ngga ngtk. haha.. =='
eniwei, smlm gw ngirim sms buat si pcr.. isinya gini..
"03.57, kmr dia, sunyi dan gelap..
dia masih terjaga. bkn berarti matanya tak lelah. namun ada sesuatu yg dia rasa. sulit dia telaah. dia lelah. juga heran. apa yg terjadi sbnrnya? .... ..... ..... HENING.."
mengertikah kalian? mksd dr sms gw? mengertikah kalian? sapa yg gw maksud akan DIA??
yaap. mungkin kalian ngerti dan tau. tp pacar gw ngga... zzzzzzzzzzzzzz..
guys, kmrn mlm gw iseng nulis notes d fb gw. tdny mo nulis d blog aja langsung, dan tdnya ya cuma iseng ajah.. eh taunya d baca juga ma pcr gw. ya bgs lah. jd khan dia mengerti gt akan isi hatiku. hahah (: mslhny dia ngga tau jg kl gw skrg ngeblog secara resmi dsini ;p diaa cm baca blog" lama gw d fs. huehue.. oke berikut notesnya: SIGN IN..
well, ini bukan semacam diary gw ato gossip yg gw buat, bukan juga pemberitahuan soal kpn gw manggung (HAHA), tp ini adlh notes perdana yg gw ngga tau bakal ada kelanjutannya ato ngga. hueuhe.. Ini gw buat post-in jg cm karena gw mu sdkt berbagi ttg lagu Beyonce. tanpa maksud menggurui siapapun, hny sebuah curahan hati aja-**oke sumpah bhs gw mulai najong**-yg ngga suka dan ngga mu ngebaca yaudah. waddeva. hehhe.. x)
oke balik lg ttg lagu itu.. yap, lagu Beyonce - If I were a Boy.. iya2, gw tau ini lagu ngga br2 amat.. tp dunno why, gw tiba2 td baca liriknya tuh jd gmn gitu.. Gw br menyadari bgt akan isi liriknyaa.. gw ngga terlalu suka lagunya actually-**lebih suka lagu belah duren**-oh sye, ya ngga lah!!!*- cuma gw tersentuh-*lagi2*-akan liriknyaa..
kami kaum wanita bernyanyi seperti ini:
"If I were a boy I think I could understand How it feels to love a girl I swear I'd be a better man I'd listen to her 'Cause I know how it hurts When you lose the one you wanted 'Cause he's taking you for granted And everything you had got destroyed"
"But you're just a boy You don't understand And you don't understand, oh How it feels to love a girl Someday you wish you were a better man You don't listen to her You don't care how it hurts Until you lose the one you wanted 'Cause you're taking her for granted And everything you had got destroyed But you're just a boy"
bener bgt. kadang gw ngerasa coba aja co bs mahamin isi hati kita.. terkadang kaum mreka ngga menyadari akan itu.. terkadang mreka ngga peka akan perubahan kita ato masalah d skitar mreka.. sampe apa?? sampe pd akhirnya KITA juga yg ngasih tau..
"aku ngga ngerti apa mslhnya, km ngga bilang.." atau "km knapa sih marah2 gitu? emang aku salah apa?"
oke. itu contoh simple. pdhl kita-**kaum cewek ;p**-udah gondok stengah mampus sm mreka-**kaum cowok**-gara2 kesalahan ato sifat ato sikap yg mreka buat. tp pd dasarny terkadang mreka ngga nyadar. mreka ngga tau kalo itu salah. ato mgkn mreka tau tp pura2 ngga tau? ato emang hrs d kasih tau dl br tau? **damn, gw nulis apaan sih?**
ya pokoknya gitu lah.. parahnya lg kalo tingkat ketidak-pekaannya yg dahsyat mulai kumat.. sperti misal lupa sms, lupa tlp, lupa ngapel, ato lupa pny pacar sekalian? huehue.. ;p ato ngga menyadari akan kita yg lg ad mslh, terlalu sibuk dgn urusannya sndri, mulai tergoda akan kberadaan kaum lain-**kaum setan??-pembaca**-**bukan! mksd gw ce lain, nyong-penulis** saat kita dgn setia berada d samping mreka, mulai nyaman dgn stiap tingkah lakunya, mulai merasa that he's the One, dgn suksesnya mreka hancurkan dlm sekejap, mencari sesosok lain, yg sbnrny blm tentu juga mreka lebi baik dr kita.. haha.. (mnrt pngalaman bbrp tmn dan surat yg masuk lohh.. ;p)
dgn egoisnya mreka bertindak seperti itu, bukan berarti gw menyudutkan pihak cowok2 loh.. dan bukan berarti tiap cowok seperti itu-modelnya sama coy- ato merasa diri gw benar sbg pihak cewek.. ahha.. tp bole tny deh k cewek2, pasti bykn setuju.. hihihi ;p
gw hanya menyarankan. jgn sampe ada rasa penyesalan. jgn sampe buat kita-**kaum wanita**-nyerah akan sikap kalian. jgn sampe buat kita mikir, cinta dan syg kita untuk kalian tuh uda ngga guna. jgn sampe kalian menyadari bhw kita yg terbaik d saat kita udah ngga ada.
trust me.. itu TELAT ABIS..!!
so, jaga deh yaa pacar yg kalian miliki skarang :) jgn hanya manis d bibir tp juga tunjukkin kalo kalian bnr2 cinta ato syg.. terkadang ngga bs hny dgn ucapan "i love you" ato skedar "aku syg km" tp pd kenyataannya kalian hanya menyakiti yg pd ujungnya harus dikasih tau lg.. krn apa? ya krn itu td. ketidak-pekaan..
kalo emang udan ngga syg, udah ngga cinta. ya bilang aja.. as simplest as possible. jgn dibikin susah. jgn berpura2 syg bgt sm kita pdhl mu dgr crita ttg kita aja udah mls. haha.. parah!
sebentar lg valentine. spread the love everybody. gotta go now. mau tidur mungkin. hhehe sekali lg, ini hanyalah sebentuk saran dan pemikiran dr seorang gadis yg mu beranjak k umur 18 tahun bulan depan. hahaha.. wadda words! no hard feelings yaa.. :DD
yang udah pasti sih doa gw tadi d tengah2 gy ngetik adalah: "Tuhan, tolong selamatkan Pcrku.. (:"
Bye all. God Bless. XOXO
SIGN OUT!!!
nah ternyata co gw uda baca, dia cm kasih komen gini "selamatkan aku :P" gitu bokk!! haduhhhh. emang dasar ngga peka ya. haha.. bodo de ah.. tp gmn nurut kalian? ada bnrny jg khan yg gw tulis? hmm~