"I hear & I forget, I see & I remember. I do & I understand."
Unsaid.
Tuesday, July 12, 2011 || 12:44 PM
Aku duduk menghadap jendela kaca yang cukup besar. Cukup besar dan jelas untuk mengamati setiap air hujan yang turun dan menatap mereka yang bergegas karenanya. Mereka yang sibuk berlalu lalang di luar sana. Hujan. Aku tidak suka hujan di saat yang tidak tepat. Well, siapa pula yang suka jika harus berjalan dengan kondisi pakaian basah karena terciprat air? "Kau mau pulang?" tanyanya padaku. Ia duduk di sebelahku, membuyarkan semua lamunanku. "Sekarang? Yg benar saja." Ia tersenyum, mengacak pelan rambutku. Hal kesukaannya. "Aku khan bawa payung, akan kuantar kau sampai kau mendapatkan taxi. Bagaimana?" Aku menggeleng pelan sambil menyuapkan sepotong kue coklat besar ke dalam mulutku. "Tidak usah. Aku tak perlu cepat-cepat pulang. Ngomong2, kue ini enak. Kau memang ahlinya." "Benar? Apa kau baik2 saja dengannya? Apa kalian kembali bertengkar?" Ia malah mencecarku dengan pertanyaan. Aku kembali menatap jendela sambil menyesap pelan cokelat panasku. "Kami baik2 saja." Hujan deras di luar. Pikiranku menjadi tak karuan. "Kau mencintainya khan?" "Aku rasa aku tak perlu menjawab itu. Kau tau apa yang aku rasa." "Apa dia tau kau ada di sini?" Aku menatapnya lalu menggeleng pelan. "Tidak. Dia tidak tau aku ada dimana. Aku juga tidak tau apa yang sedang dia lakukan." "Kalau begitu, kenapa kalian.." "Aku ingin mencintai dia dengan sederhana. Aku telah sampai di ujung lelahku. Aku tak ingin memaksakan apapun. Aku ingin dia bahagia. Aku ingin aku bahagia. Mungkin peranku di dalam perjalanan hidupnya hanya sebatas ini." tukasku cepat. Aku melihat arlojiku lalu kembali menyesap cokelat panas itu. "Seingatku, dua jam lagi dia akan berangkat." "Kau mau bertemu?" "Tidak. Aku tak suka menatap punggungnya. Aku tak suka melihat punggung itu menjauh dan menghilang di tengah kerumunan." Ia menggeleng tak habis pikir. "Kau khan tau, aku harus kesana. Dia memesan kueku. Kau ikut, ya?" Aku tertawa "Sampaikan saja salamku untuknya. Bilang padanya bahwa aku.. Aku harap dia baik2 saja." "Dan kau merindukannya, kau sangat kecewa, lalu.." "Aku selalu merasa dia tetap menjagaku saat aku tertidur. Aneh bukan? Aku rasa itu hanya sugesti yg terlalu lama aku tanamkan." Aku beranjak dari sofa nyaman itu. "Aku pulang dulu. Terima kasih ya atas jamuannya." "Tapi khan diluar hujan. Kau yakin mau pulang tanpa taxi?" "Tenang saja. Walaupun aku benci hujan, aku sempat tersenyum juga karena hujan telah meninggalkan kenangan indah wkt aku dan dia.. Ah sudahlah, aku pergi ya." Aku keluar kedai dgn sejuta perasaan abstrak. Hujan mulai membasahi seluruh tubuhku. Aku tetap berjalan walau tanpa payung yg melindungiku. Aku tetap melangkah walau tanpa arah.XOXO
Labels: daily me. stuffs